SHARE
teman berbuka
Teman berbuka via infohumas.com

Meskipun bulan Ramadhan sudah separuh berjalan, suka cita masih mengiringi setiap umat Muslim di dunia seiring dengan euforia berlandaskan kebersamaan.

Momen buka puasa bersama (bukber) di bulan Ramadhan seringkali dijadikan sebagai ajang reuni bagi sebagian orang. Mulai dari teman TK, SD, SMP, SMA, kuliah, komunitas, kantor, organisasi, sahabat kecil, keluarga besar, hingga geng semasa sekolah. Kebanyakan dari kita punya rasa ‘nggak enak’ untuk menolak ajakan ini, dengan berbagai alasan.

Suka cita menyambut bukber ini berbanding terbalik dengan kondisi dompet yang bikin meringis. Karena acara kumpul dan buka puasa ini lebih sering diadakan di rumah makan, restoran, atau caffe yang tentu saja membuat kita terpaksa membobol dompet atau tabungan.

Bayangkan saja, bila satu ajakan bukber menghabiskan minimal seratus ribu rupiah dalam semalam. Berapa banyak uang yang kita hamburkan hanya untuk buka puasa bersama selama Ramadhan berlangsung? Padahal semestinya, bulan Ramadhan bisa jadi salah satu upaya pengendalian diri sekaligus penghematan.

Biasanya uang kita habiskan untuk jajan dan makan di siang hari, kini dialihkan untuk buka puasa yang besarnya melebihi biaya sehari-hari. Jadi apa bedanya bulan puasa dengan bulan biasa? Berikut beberapa tips me-manage waktu dan uang dalam ajakan buka puasa bersama :

 

1. Lihat Jadwal

calendar-icon via venturebeat.com
Calendar via venturebeat.com

Karena nggak semua orang selalu punya waktu, beberapa acara harus dimufakatkan waktu pelaksanaannya. Termasuk buka puasa bersama.

Biasanya tanggal ditentukan berdasarkan vote dan mengutamakan yang mayoritas bisa hadir. Eits, jangan terburu-buru mengiyakan ajakan, salah-salah nanti ada kepentingan lain dan gak bisa hadir malah dicap PHP.

Bila sudah yakin dengan tanggal, kosongkan jadwal di hari itu dan jangan terima ajakan lain yang hadir belakangan.

 

2. Kepentingan Acara dan Prioritas

bukber
Buka bersama via yuniarwijananto.com

Kalau acara buka puasa sebatas formalitas, padahal intensitas pertemuan masih cukup sering, cobalah dipikirkan kembali.

Apalagi kalau acaranya hanya sekadar membahas hal-hal sehari-hari, kumpul, makan, dan foto. Alangkah baiknya, mengikuti acara buka bersama sambil berbagi dengan dhuafa. Lebih bermanfaat bukan?

 

3. Cari Tahu Siapa Saja yang Akan Ikut

teman berbuka
Teman berbuka via infohumas.com

Ini juga penting, bila acara buka puasa ini diadakan sambil reuni. Lihat siapa yang sudah pasti hadir. Menyenangkan jika yang hadir adalah sahabat lama yang jauh di perantauan atau si dia yang sempat ada di hati. Sambil bernostalgia tentu bahagia akan terasa.

Bayangkan bila kamu ada di antara orang yang tidak terlalu kamu kenal. Sementara kamu tergolong pendiam dan susah berinteraksi. Duh mending pulang aja deh.

 

4. Persiapkan Uang

Uang-koin via koneksi-indonesia.org
Uang via koneksi-indonesia.org

Yang paling penting adalah siapkan anggaranmu untuk buka puasa ini. Jangan sampai melenceng jauh dari perkiraan hingga menghabiskan tabungan.

Sekiranya budget tipis, beli minum saja, makan bisa beli patungan dengan alasan takut kekenyangan. Syukur-syukur kalau bisa dapat sponsor bukber gratis, hehe.

Intinya, sah-sah aja kalau kamu ingin hadir di beberapa acara bukber. Yang penting kamu tahu esensi dan bagaimana cara me-manage keuangan, karena bukber bukanlah sebuah kewajiban yang harus dilakukan tiap bulan puasa.

 

LEAVE A REPLY